Friday, June 17, 2016

PENGERTIAN DAN JENIS OPTION

         Belajar Trading Option


1               Pengertian Option

Options adalah sebuah kontrak yang berisi hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual suatu asset tertentu (stocks, saham, valuta asing atau komiditi) di harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula.
Dalam Trading Options memberikan peluang kepada semua investor atau trader atau orang yang melakukan jual-beli option untuk memperoleh keuntungan atau profit dari berbagai arah pergerakan saham: naik/bullish, turun/brearish, maupun naik-turun/sideways.

Alasan Memilih Options.
Options adalah merupakan alat  investasi yang paling flexible, mudah dan murah yang memungkinkan seorang investor mengkontrol suatu saham dalam jumlah yang cukup besar namun dengan biaya yang jauh lebih kecil/murah dibandingkan dengan harga yang sebenarnya dari saham tersebut.
Options memungkinkan kita berinvestasi dengan resiko yang bisa dibatasi seminimal mungkin dan dengan tingkat keuntungan semaksimal mungkin, baik pada saat pergerakan harga saham naik maupun turun.

Berdasarkan naik dan turunnya pergerakan harga saham, maka option dibedakan menjadi du macam:
-           Call Option : yaitu surat kontrak untuk membeli suatu saham di harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.
-          Put Option : Yaitu surat kontrak untuk menjual suatu saham di harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.
Untuk lebih jelasnya tentang kedua jenis option diatas akan dijeskan di sub bab berikut ini.

2.      Call Option Dan Put Option Dalam Praktek Trading

Call Option.
Dalam praktek trading option yang sungguhan, apabila prediksi kita berdasarkan metode yang kita miliki menunjukkan harga saham kedepan akan naik, maka kita masuk pasar untuk memasang posisi dengan membeli Call Option. Dengan harapan apabila beberapa waktu kemudian (beberapa menit atau beberapa jam kemudian) apabila harga saham yang kita beli naik maka kita akan mendapatkan keuntungan/profit.

Put Option.
Sebaliknya apabila prediksi kita berdasarkan metode yang kita miliki menunjukkan harga saham kedepan akan turun, maka bisa masuk pasar untuk memasang posisi dengan membeli Put Option. Dengan harapan apabila beberapa waktu kemudian (beberapa menit atau beberapa jam kemudian untuk day trading) apabila harga saham yang dibeli tadi mengalami penurnan maka akan mendapatkan keuntungan/profit.

Lihat gambar berikut:



www.iqoption.com/binary-trading‎
1 Click. 60 Seconds. 92% Profit. 100% Free Demo. Support 24/7.
1-click instant execution · 91% profit · Totally free demo account · 24/7 trading
Learn Trading for Free
Contact Support 24/7

brokerforex.com/hati-hati-dengan-sistem-trading-berb...
untung saya mendapatkan informasi tentang Binary Option, yang ingin saya tanyakan dimana kita bisa belajar tentang Option Trading ?
Panduan Trading Binary Options | MediaUsaha.com
mediausaha.com/500-per-hari
Panduan gratis meraih income $100 lebih setiap hari dari trading binary option dengan strategi trading 99% Profit tanpa perlu keahlian apapun dan bisa anda ...
Binary Option Indonesia - Pusat Tutorial dan Strategi Trading
www.investasiku.web.id/
Nama saya david dan saya akan berbagi metode trading binary option yang akan .... Pak saya mau belajar dg demo nya dulu, bagaimana caranya ya ? kalau ...
Cara Bermain Saham Online
www.saham-option.com/
Belajar bermain saham bagi pemula secara online mendapatkan income tambahan daritrading. ... Price action strategy trading HighLow binary option. Strategy ...
You've visited this page 2 times. Last visit: 11/17/15
Cara Trading Binary Options - Artikel Forex - By:martin
www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id...
May 15, 2014 - Sumber : www.bocrunch.com : How to Trade Binary Options ... Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.
Belajar Binary Options Dengan Akun Demo - Artikel Forex - By:galuh
www.seputarforex.com/.../lihat.php?...belajar_binary_...
Sep 23, 2014 - Dengan akun demo di binary options, pemula dapat belajar mengenai berbagai jenis trading seperti menggunakan high/low, rise/fall, touch/no ...
Cara trading binary option - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=RDYYBiqyIlg
Mar 30, 2015 - Uploaded by Adri Ansyah
Trading Binary Option hanya menentukan apakah harga akan naik atau turun. ... belajar binary option ...
Metode Trading Binary 90% Profit Konsisten
binarypremium.com/
30 Jurus CUAN Trading Binary Option & Forex; Strategy Trading Adjustment CUAN ... DISINI KAMU AKAN LANGSUNG BELAJAR NYARI DUIT BUKAN NYARI ...
Belajar Binary Option (Opsi Biner) - Apa dan Bagaimana - Page2 ...
www.kaskus.co.id/thread/.../belajar-binary-option.../2
Saya sendiri masih 2 bulan belajar biner dan mulai tertarik sebulan terakhir. gan kasih simulasi .... Panduan Trading Binary Option Indonesia:
IQ Option Indonesia
www.iqoptionindonesia.com/
Untuk trading bitcoin index pada IQ Option klik asset dan pilih bitcoin index. Tambahkan indicator ... Strategy Trading Binary dengan Indicator Fivot Point. Kita bisa menggunakan ... Belajar Gratis Trading Binary. Belajar Trading Binary Option.
24option - Binary Options‎
Adwww.24option.com/Capital_can_be_lost‎
The Top Regulated Binary Broker. Trade Binary Options With Trust!
Top Rated Binary Platform · Leader in Binary Options · Trade 60 Second Options
Types: Currencies, Commodities, Stocks, Indices
Learn How to Trade
60-Second Trades
24option: 100% Bonus
Searches related to belajar trading binary option
cara belajar binary option
belajar trading binary gratis
belajar trading emas
belajar trading pemula
belajar trading online
belajar trading forex pdf
belajar trading forex untuk pemula
belajar trading saham



Saturday, June 11, 2016

CARA MEMBACA INDIKATOR MOVING AVERAGE

Cara Membaca MA (Moving Average)
Top of Form
Bottom of Form

Indikator ini merupakan indikator paling utama dan selalu digunakan dalam mengamati pergerakan harga. Visualisasi dari Moving Average ini adalah berupa sebuah garis yang selalu mengikuti titik tengah pergerakan harga, karena nilai MA diambil dari harga terendah ditambah harga tertingg dibagi jumlah nila n ((Low + High)/n).  Namun MA ini memiliki aplikasi yang sangat luas walaupun nampaknya sangat simpel.
Ada banyak jenis variasi hasil dari pengembangan MA ini, antara lain yang terkenal dan banyak dipakai adalah Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), Weighted Moving Average (WMA), Twolines Moving Average Twolines (TMA)  dan Hull Moving Average (HMA).
A.    Simple Moving Average (SMA)
Simple Moving Average secara visual ditapilkan dalam bentuk garis tunggal (single line) yang bergerak mengikuti titik tengah dari pergerakan harga dalam periode tertentu, misalnya periode pergerakan harga selama 6 kandel, 9 kandel, 20 kandel dan sebagainya.
Cara membaca tren dari garis SMA:
1.    Apabila kandel harga berada diatas garis SMA maka tren yang sedang terjadi dan mungkin akan masih berlangsung beberapa saat berikutnya adalah bullish trend atau tren naik.
2.    Apabila kandel harga berada dibawah garis SMA maka tren yang sedang terjadi dan mungkin akan masih berlangsung beberapa saat berikutnya adalah bearish trend atau tren turun.
Lihat contoh berikut diambil dari saham SPY dan dari SMA 9 kandel:

B.    Twolines Moving Average
Yaitu Moving Average yang secara visual ditapilkan dalam bentuk 2 garis tunggal (Twolines) yang juga bergerak mengikuti titik tengah dari pergerakan harga dalam periode tertentu sama dengan SMA diatas
 Dua garis MA tersebut terdiri dari:
1.    Fast AVG : yaitu Garis MA yang mewakili rata-rata pergerakan harga kandel selama periode yang relative lebih pendek, misalnya 3, 6, atau 9 kandel.
2.    Slow AVG : yaitu Garis MA yang mewakili rata-rata pergerakan harga kandel selama periode yang relative lebih panjang atau lebih lama dari Fast MA diatas, misalnya 15, 26, atau 52 kandel. 
Cara membaca tren dari garis Twolines Moving Average:
1.    Apabila garis Fast MA (dalam gambar dibawah berwarna cyan atau biru muda) cros memotong dari bawah keatas dengan garis Slow MA (garis warna ungu), maka tren yang sedang terjadi dan mungkin akan masih berlangsung beberapa saat berikutnya adalah bullish trend atau tren naik.
2.    Apabila garis Fast MA (dalam gambar dibawah berwarna cyan atau biru muda) cros memotong dari atas kebawah dengan garis Slow MA (garis warna ungu), maka tren yang sedang terjadi dan mungkin akan masih berlangsung beberapa saat berikutnya adalah bearish trend atau tren turun.
Lihat contoh berikut diambil dari saham SPY dan dari Fast MA 9 dan Slow MA 18 kandel:.

Pada artikel yang berikutnya akan kami bahas tentang jenis Moving Averge yang lain.
Selamat belajar semoga sukses...!

Friday, June 10, 2016

CARA MEMBACA INDIKATOR PARABOLIC SAR

Cara Membaca Indikator Trading Option Parabolic SAR (Sport and Resistence)
·         Artikel Forex
Indikator Parabolic SAR digunakan untuk memanatu pergerakan harga optiob stock berdasarkan 2 kondisi sebagai berikut:
1.    Trend Harga Naik (Uptrend): ditandai dengan munculnya titik-titik SAR di bawah candle.
2.    Trend Harga Turun (Downtrend): ditandai oleh munculnya titik-titik SAR di atas candle.
Lihat gambar berikut:


Cara menggunakan dalam Trading Option:
1.    Melihat karkateristik dari indikator Parabolic SAR ini, maka akan cocok digunakan untuk trading dalam kondisi pergerakan trend harga yang relatif lama atau panjang sebelum terjadi titik balik atau pullback, sehingga pada kondisi yang seperti ini maka sinyal Parabolic SAR memiliki akurasi yang signifikan.
2.    Pada kondisi markert yang mengalami swing dengan trend pendek-pendek dan sering terjadi pullback, maka indikator Parabolic SAR ini akan menunjukkan banyak sinyal false yaitu sinyal yang muncul sangat trelambat sehingga tidak sesuai dengan trend yang terjadi bahkan kadang berlawanan arah dengan trend yang sedang terjadi. Jadi anda harus hati-hati menganalisa market apabila menggunakan indikator Parabolic SAR ini.
Lihat contoh pada gambar berikut:







Thursday, June 9, 2016

CARA MEMBACA INDIKATOR MACD

Cara Mudah Membaca Indikator MACD
(Moving Average Convergence Divergence)

MIndikatorjj Indikator MACD diciptakan oleh oleh Gerald Appel. Perhitungan matematik dari formulanya diambilkan dari formulasi yang sebenarnya mirip dengan Moving Average, yang sebagaimana diketahui Moving Average merupakan indikator paling mendasar yang mendasari dari semua jenis indikator dan umurnyapun relatif paling tua dibandingkan dengan indikator-indikator lain.. Secara visual, Indikator MACD ini terdiri dari dua bagian yaitu MACD yang berupa batang histogram dan berupa garis MACD itu sendiri. Dan dalam visualisasi secara garis, MACD terbagi atas tiga bagian yaitu Triger Line, Center Line dan MACD line.  

Secara sederhana penggunaan dari Indikator MACD (Moving Average Convergen Divergen). ini sdslsh digunakan untuk melihat gerakan rata-rata grafik, juga untuk melihat nilai penyimpangan yang terjadi. Pada saat terjadi penyimpangan inilah kita bisa melakukan entri untuk buka posisi beli. Karena pada saat ini akan terjadi tren baru.

Titik penyimpangan atau titik crosing ini divisualisasikan oleh dua garis Value (garis MACD) dan garis MA. Garis Value (MACD) biasanya berwarna Cyan dan garis MA biasanya berwarna kuning. cara membacanya sebagai berikut:
Up Trend : Apabila garis Value warna cyan memotong keatas dari garis MA warna kuning maka akan terjadi tren naik atau bullish trend.
Doen Trend : Apabila garis Value warna cyan memotong kebawah dari garis MA warna kuning maka akan terjadi tren turun atau bearish trend. 

Lihat gambar berikut:


Disamping dua garis diatas, di dalam indikator MACD juga terdapat variabel lain yang digambarkan dalam bentuk balok histogram warna hijau, balok histogram warna merah dan garis titik nol horisontal berwarna pink, dan cara membacanya sebagai berikut:
Up Trend : Apabila balok histogram berwarna hijau mulai muncul diatas garis hirisontal titik nol.
Down Trend : Apabila balok histogram berwarna merah mulai muncul dibawah garis hirisontal titik nol.

Saya katakan sekali lagi bahwa sebetulnya nilai MACD adalah bersal dari MA. Anda akan mengetahui mengapa MACD dikatakan mengambil formula atau nilai yang sama dengan MA. Mari kita lihat asal muasal dari garis-garis yang membentuknya, yaitu MACD line, triger line, Histogram, dan Centerline:
1.      Garis MACD .
Secara default fromulasi MACD line adalah : XMA12 – XMA26 yaitu selisih dari XMA periode 12 dengan XMA periode 26. Oleh karena menggunakan XMA, maka sifat-sifat MACD juga akan menyerupai sifat-sifat XMA yaitu memberikan sinyal yang lebih dini dibanding MA lainnya.
2.      Triger Line.
Triger line adalah garis yang berfungsi sebagi pemicu yang sebetulnya secara default adalah XMA9, dimana nila rata-ratanya juga diambilkan dari MA.. 
3.      Center Line.
Center Line disini merupakan titik no yang berfungsi sebagai momentum indikator. Garis ini  juga berfungsi sebagai pembatas histogram negatif dengan histogram positif.
4.      Histogram.
Formulasi untuk histogram adalah: MACD line – Triger line
Histogram ini bisa digunakan sebagai indikasi overbought/oversold.

Penggunaan MACD
Mungkin terlintas dipikiran kita mengapa kita harus repot-repot menggunakan MACD yang padahal hanya pengurangan dari XMA saja. Tidak demikian kenyataannya. Melalui formulasi sederhana seperti ini ternyata MACD mampu memberikan informasi bukan hanya trend yang akan terjadi tetapi lebih dari itu.

MACD dapat digunakan untuk mengetahui peralihan momentum yang dinilai kuat atau pun lemah, juga dapat dipakai untuk mengetahui kondisi overbought/oversold pada pasar yang dapat memicu peralihan trend.

MACD untuk Mendeteksi  Arah Perubahan Trend

Ini adalah kegunaan khas dari MA yang digunakan MACD sebagai MACD line dan triger line. Cara membaca peralihan trend dari bullish menuju bearish dan sebaliknya adalah sama dengan cara kita membaca peralihan trend pada MA. Garis digunakan untuk membacanya adalah MACD line dan triger line.
Sama halnya aturan pada pembacaan MA, pada MACD pun berlaku aturan bahwa apabila MACD line memotong triger line dari bawah maka akan terjadi perubahan trend menuju Bullish trend. Dan berlaku juga sebaliknya apabila MACD line memotong triger line dari atas, maka akan terjadi perubahan trend menuju Bearish trend.

Berikutnya pengaruh dan penggunaan center line. Ada pengaruh perpotongan MACD line dan triger line pada perubahan trend, yaitu bahwa apabila MACD line dan triger line memotong centerline maka hal ini merupakan indikasi perubahan trend. Namun dalam hal ini adalah perubahan trend yang dimaksud adalah trend dalam jangka panjang.

Yang dimaksud kriteria panjang disini sifatnya tidak mutlak tetapi bersifat relatif. Yaitu perubahan trend akan sangat bergantung pada jenis masing-masingsaham. Pada saham AAPL akan berbeda dengan saham BAC, saham NFLX akan berbeda dengan saham YHOO, saham TSLA akan berbeda dengan saham SPY dan lain-lain. Tetapi perlu diperhatikan bahwa kelompok saham yang berada dibawah index saham yang sama biasanya akan mempunyai trend yang relatif sama bahkan kadang-kadang pergerakannya harganya sama persis, ini sering terjadi di saham-saham yang berada di bawah Index Saham NASDAQ seperti QQQ, AAPL dan SPY.

Overbought dan Oversold pada MACD

Dari rumus sederhana yang terdapat dalam MACD, kita tidak saja bisa menentukan trend dalam jangka panjang maupun trend jangka pendek. Ada kegunaan lain dari  MACD yaitu sebagai indikator untuk mengukur tingkat overbought dan oversold. Walaupun hal ini biasanya lebih sering diabaikan dan jarang digunakan, tetapi lebih baik kita mengetahuinya juga fungsi tersebut, karena ada kemmungkinan apabila anda cocok  indikator ini sebagai penentu wilayah overbought dan oversold, maka anda bisa menggunakannya

Keadaan overbought atau titik jenuh pembelian merupakan indikasi bahwa pasar telah mengalami kejenuhan dalam membeli saham tertentu dan tidak mungkin melakukan pembelian lagi karena harga saham sudah menjadi sangat mahal. Jika ini terjadi maka bisa diramalkan bahwa trend berikutnya akan terjadi penurunan harga saham dalam beberapa saat kemudian.

Demikian pula sebaliknya  indikator oversold mengindikasikan titik jenuh yang berarti bahwa pasar telah mengalami kejenuhan dalam penjualan saham tertentu dan tidak mungkin melakukan penjualan lagi karena harga saham sudah menjadi sangat murah. Jika hal ini terjadi maka bisa diprediksikan bahwa trend berikutnya akan terjadi kenaikan harga saham dalam beberapa saat kemudian.

Namun untuk mendapatkan hasil prediksi yang mempunyai akurasi tinggi maka indikator MACD ini disamping perlu penyesuaian parameter-parameternya juga diperlukan kombinasi indikator pendamping lain sebaga konfirmasi hasil analisa dari MACD tersebut. Sehingga dengan demikian hasil prediksi yang didapat dari MACD setelah dikonfirmasi dengan indikator lain, maka akan menjadi sebuah keputusan yang lebih kuat dan lebih jitu. Anda bisa memilih indikator yang akan dijadikan sebaga pendamping MACD ini, namun anda juga harus tahu betul bahwa jenis dan karakteristik dari indikator yang akan anda sandingkan dengan MACD ini haruslah mempunyai kesamaan fungsi jangan malah bertentangan sehingga anda tidak akan pernah menghasilkan titik temu antara keduanya.

Selamat belajar! Semoga sukses! Dan salam profit rutin!

CARA MEMBACA INDIKATOR BOLLINGER BANDS

Cara Membaca Indikator bollinger bands
Indikator ini dibuat oleh John Bollinger di awal tahun 1980 an yang dimaksudkan untuk mengukur volatilitas harga dalam satu periode waktu tertentu. Bollinger bands terdiri atas tiga buah garis yang membentuk sebuah sabuk pembatas terhadap rentang pergerakan harga. Akan tetapi dalam prakteknya garis tengah Bollinger Bands seringkali lebih difungsikan sebagai garis rata-rata pergerakan harga atau berfungsi mirip dengan Moving Averages.
Sudah tidak diragukan lagi kehandalan Indikator Bollinger Bands untuk memprediksi arah pergerakan harga saham. Indikator ini mempunyai akurasi yang cukup baik karena didalam bollinger bands mengandung beberapa variabel yang diwakilkan dan divisualisasikan dalam bentuk 3 garis: garis tengah, garis tepi atas dan garis tepi bawah dan masing-masing mengindikasikan hal yang berbeda dan saling melengkapi, Misalnya garis tengah atau Mid Line menunjukkan rata-rata dari pergerakan harga (MA/Moving Average), sedangkan garis tepi atas dan garis tepi bawah menunjukkan tingkat volatilitas dan tingkat squisitas pasar.
Volatilitas digunakan untuk mengetahui apakah pasar sedang ramai atau sedang sepi. Ramai disini dimaksudkan bahwa dalam waktu yang bersamaan banyak pembeli maupun penjual yang melakukan aktivitas transaksi pembelian maupun penjualan.

Sebagai indicator volatilitas, sebenarnya Bollinger Bands tidak dapat berdiri sendiri. Indikator ini biasanya digunakan hanya sebagai indikator awal untuk mengukur harga relatif dan volatility (volatile = mudah berubah – volatility = tingkat kecepatan dalam berubah). Bollinger Bands bukanlah indikator price action, jadi penggunaan indikator ini harus dikombinasikan dengan indikator lain.

Formula Matematik Indikator Bollinger Bands

Seperti telah diterangkan diatas, Bollinger Bands pada dasarnya terdiri dari tiga garis. Yang terdiri dari:
-    Upper Band : garis ini berada di atas kandel atau diatas pergerakan harga.
-    Middle Band : garis ini berada di tengah yang biasa difungsikan sebagai rata-rata pergerakan harga.
-    Lower Band : garis ini berada di bawah kandel atau pergerakan harga.
Kalau dikihat dari formula yang membentuk ketiga garis diatas adalah berasal dari perhitungan berikut|:
-    Upper band = Simple Moving Average+ (faktor pengali x standar deviasi)
-    Middle band = Simple Moving Average
-    Lower band = Simple Moving Average – (faktor pengali x standar deviasi)
Faktor pengali = [0.6174 x ln (periode Bollinger Bands)] + 0.1046
Untuk faktor pengali, biasanya digunakan angka 2 dibandingkan penggunaan rumus diatas.
Standar deviasi merupakan perhitungan statistik yang biasa digunakan untuk mengukur besarnya penyimpangan dari sebuah data. Formulanya adalah sebagai berikut:


Keterangan:
Xi = data ke i
X = rata-rata

Data yang digunakan dalam perhitungan ini bukan hanya harga penutupan (closed price) saja seperti pada SMA.. Pada Bollinger Bands, data yang dipakai adalah gabungan antara harga tertinggi (high), harga terendah (low) dan dan harga penutupan (closinng price). Ada dua jenis pengambilan data pada middle band yaitu dengan memakai Typical Price dan Weighted Price.

Rumusnya adalah sebagai berikut:
-   Typical price = high+low+close / 3
-   Weighted price = high+low+close+close / 4
Namun biasanya yang paling sering digunakan adalah typical price.

Sebetulnya anda mungkin tidak perlu ahli dalam perhitungan asal muasal dari mana garis bollinger bands terbentuk, akan tetapi paling tidak memiliki basik pengetahuan yang akan mampu menginterpretasikan Bollinger Bands dengan lebih baik setelah mengetahui karakter dan perhitungan secara matematikanya .

Karakteristik Indikator  Bollinger Bands

Setiap indikator pasti mempunyai sifat atau karakter masing-masing. Begitu juga dengan indikator bollinger bands ini. Satu kelebihan yang dimilikin oleh Bollinger Bands adalah bahwa kemudahan dalam penggunaan yang memungkinkan semua orang akan mampu membaca atau menginterpretasikan dengan caranya masing-masing.
Bahkan John Bollinger sendiri, sebagai penemu indikator ini mengatakan bahwa hal yang paling menarik dalam analisa menggunakan Bollinger Bands adalah memperhatikan bagaimana setiap orang menggunakannya dengan caranya dan penafsirannya sendiri. Meski ada beberapa aturan baku dalam Bollinger Bands, tetapi bisa saja trader satu dengan trader lainnya memiliki cara yang berbeda dan interpretasi yang berbeda dalam menggunakan indikator Bollinger Bands ini. Berikut ini adalah karakteristik utama dan baku yang dimiliki oleh Bollinger Bands:
1.   Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action atau sebagai pengambilan keputusan tunggal, dan harus digunakan secara bersama dengan indikator lainnya. Anda bisa menentukan dan memilih salah satu indikator yang baik dan yang cocok untuk anda dan menggunakannya sebagai indikator action, akan tetapi sebaiknya tidak menggabungkan indikator action lebih dari satu. Cukup menggunakan indikator action satu saja yang paling representatif. Beberapa indikator action yang cukup terkenal dan dipakai oleh banyak trader dunia antara adalah RSI, Stochastic Slow dan Wlliam R. Namun anda bisa mimilih indikator lain yang cocok untuk anda.
2.   Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk atau antara garis pita atas dan pita bawah, namun demikian dapat juga harga bergerak diluar sabuk tersebut. Apabila hal ini terjadi,  berarti akan ada reversal atau malah sebaliknya penguatan trend yang sedang berlangsung. Untuk mengetahuinya dan mengkonfirmasi keadaan ini, maka anda dapat melihat indikator action yang yang anda pakai.
3.   Penggunaan dan penetapan periode waktu dalam Bollinger Bands juga mempunyai pengaruh disini. Semakin kecil periode waktu yang digunakan maka lebar sabuk akan menjadi semakin kecil atau sempit dan demikian sebaliknya semakin besar periode waktu yang digunakan maka lebar sabuk akan menjadi semakin luas.
Jika Bollinger Bands kita gabungkan dengan RSI, akan memiliki hasil sebagai berikut:
1.   Bila harga berada diluar atau diatas upper band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah area overbought, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada di area overbought dan sedang meninggalkan area overbought, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa waktu atau beberapa kandle kedepan.
2.   Bila harga berada diluar pita bawah atau di bawah lower band atau di posisi yang sama dengan lower band, sementara RSI masih berada dibawah zona oversold, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea oversold dan sedang meninggalkan area oversold, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa waktu atau beberapa kandle kedepan

Cara lain yang juga penting  yang perlu diketahui untuk interpretasi Bollinger Bands adalah bahwa:


1.  Aapabila pasar semakin ramai, maka garis pita Bollinger Band semakin melebar, dan apabila jumlah pembeli melebihi atau lebih banyak daripada penjual, maka harga akan naik (bullish trend), dan keadaan ini biasanya diikuti peningkatan jumlah volume. .Lihat gambar berikut:



2.   Apabila pasar semakin ramai, maka garis pita Bollinger Bands semakin melebar dan apabila jumlah penjual yang melakukan penjualan lebih banyak maka harga akan turun dan akan terjadi tren turun (bearish trend) dan keadaan ini biasanya diikuti peningkatan jumlah volume. Lihat gambar berikut:



3.  Aapabila pasar semakin sepi maka pita Bollinger bands semakin mnyempit dan apabila jumlah penjualan relative sama dengan jumlah pembelian, garis pita Bollinger Band akan relative datar/flat. Sihingga pergerakan harga relative stabil atau relative diam naik tidak banyak atau turun juga tidak banyak. Keadaan ini bisa dikatakan bahwa pasar dalam keadaan squeeze. Lihat gambar berikut:


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Website ini sebagai tempat belajar dan cara memulai bisnis online option trading